Blog Ini adalah Bagian dari www,kaoskhasbatam.com dan www.warungdisain.com
Tampilkan postingan dengan label alat-alat sablon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alat-alat sablon. Tampilkan semua postingan
Beberapa Masalah Sablon

Beberapa Masalah Sablon

Sablon Batam, Beberapa masalah yang umumnya ditemui dalam proses pencetakan dengan sablon.

 
Dalam pencetakan sablon (terutama untuk kain), ada beberapa masalah yang umum atau sering dijumpai. Keseringan masalah itu adalah ketidak sesuaian antara sample yang sudah di approve oleh customer dengan hasil produksi yang dihasilkan. Masalah-masalah tersebut diantaranya adalah :
 

 
  1. Perbedaan Warna Hasil Produksi Dengan Sample
    Salah warna adalah persoalan yang paling sering ditemui terhadap hasil pencetakan dengan sistem sablon. Salah warna yang dimaksud di sini adalah warna tidak sesuai (berbeda) dengan warna pesanan atau warna yang dikehendaki.
    Salah warna bisa disebabkan oleh kesalahan dalam memilih kode warna, merek tinta ataupun kesalahan dalam pencampuran warna ( untuk warna turunan ). Dalam beberapa kasus, kesalahan warna bisa juga diakibatkan oleh penggunaan tinta yang telah “kadaluarsa” atau telah disimpan dalam waktu lama yang berakibat terjadinya degradasi warna (misal untuk tinta pigmen).
    Biasanya kesalahan ini berupa warna yang telah disetujui oleh pemesan berdasarkan sample yang kita kirim berbeda dengan hasil cetakan yang kita produksi. Dalam hal ini pihak pemesan mungkin saja menolak produksi kita (reject).
    Mungkin untuk beberapa customer perbedaan warna yang tidak terlalu mencolok masih bisa ditolerir. Tetapi, untuk costomer yang sangat detail dalam melakukan quality control hal ini bisa menjadi alasan untuk me-reject hasil produksi kita.
    Untuk mencegah terjadinya hal ini, yang harus kita perhatikan adalah :
    • Gunakan tinta dengan kode warna dan merk yang sama dengan yang kita gunakan dalam pembuatan sample;
    • Jika menggunakan tinta hasil pencampuran beberapa warna dalam pembuatan sample, hitung dan catat setiap perbandingan, termasuk penggunaan bahan pengencer dengan teliti. Jangan terlalu percaya pada feeling dan penglihatan.
    • Kalau perlu buat semacam buku panduan untuk menghasilkan suatu warna turunan tertentu, berupa tabel komposisi warna dan warna akhir yang dihasilkan (color swatches) untuk tiap jenis tinta. Perbandingan komposisi warna yang sama bisa menghasilkan warna akhir yang berbeda jika diterapkan pada jenis tinta yang berbeda. Jenis dan warna dasar kain pun bisa mempengaruhi warna hasil cetakan.
    • Cara kita melakukan pencetakan juga bisa berpengaruh terhadap warna akhir hasil cetakan. Misalnya, dengan menggunakan tinta yang sama, hasil cetakan 3 x tarik dengan hasil cetakan 5 x tarikan dapat menghasilkan penampilan warna yang berbeda. Untuk beberapa kasus, cara kita mengeringkan cetakan juga bisa berpengaruh terhadap penampilan warna hasil cetakan. Karena itu, pada proses pembuatan sample, selalu perhatikan dan catat setiap detail langkah yang kita lakukan untuk menghasilkan suatu cetakan.
    • Usahakan untuk selalu menggunakan bahan yang sama dengan warna dasar yang sama dalam pembuatan sample dengan bahan dan warna dasar yang akan digunakan pada proses produksi. Ini juga seringkali berpengaruh terhadap tampilan akhir warna.
  2. Salah urutan/penempatan warna
    Biasanya terjadi jika kita tidak memberikan panduan (catatan) terhadap urutan cetak terhadap cetakan yang menggunakan banyak warna. Ini bisa berupa kasus seperti nomor 1 ataupun misal munculnya warna yang tidak dikehendaki pada hasil cetakan.
    Contoh: adanya warna ke tiga pada cetakan suatu hurup dengan outline pada bagian luarnya. Jika urutan pencetakan warnanya tertukar (warna lebih “kuat” dicetak lebih dulu, sedangkan warna lebih “lemah” yang menumpang diatasnya dicetak belakangan) bisa menghasilkan warna ke tiga berupa bayangan outline, karena warna di bawahnya “naik”.
    Sekali lagi, selalu catat setiap detail dalam pembuatan sample termasuk urutan langkah cetak, dan pastikan langkah tersebut dilaksanakan dalam proses produksi.
  3. Luntur / warna berubah
    Yang dimaksud luntur di sini adalah hasil cetakan hilang (sebagian atau seluruhnya), warna yang berubah setelah beberapa waktu atau setelah dilakukan washing (pencucian). Hal ini bisa diakibatkan oleh :
    • kualitas tinta yang kita gunakan jelek.
      Kesalahan komposisi antara bahan dasar, pewarna dan pelarut yang digunakan.
    • Kesalahan dalam proses pengeringan yang tidak tepat (suhu dan lamanya waktu pengeringan)
    • Ketidaksesuaian jenis bahan dengan tinta yang digunakan.
  4. Rontok
    Mungkin ini istilah lain dari luntur, tetapi lebih khusus pada cetakan tebal atau cetakan timbul. Pada kasus ini, hasil cetakan bisa jadi “copot” dari kain, retak-retak kemudian bisa rontok. Penyebabnya sama seperti untuk kasus luntur.
  5. Salah Posisi
    Penempatan cetakan yang tidak sesuai dengan yang semestinya. Bisa jadi salah tempat (misalnya harusnya di dada kiri ditempatkan di dada kanan, dst) atau cetakan yang terbalik (atas-bawah; kiri – kanan). Ini terjadi karena :
    • Salah pembuatan/pengaturan penempatan screen.
    • Salah dalam pembuatan film
    • Kesalahan dalam penempatan gambar pada patron/marka.
  6. Mis Register
    Ini juga merupakan yang paling sering terjadi dalam proses sablon. Jika cetakan terdiri atas lebih dari satu warna, seringkali terjadi hasil cetakan yang “berbayang”, “bolong (ada area kosong yang seharusnya tidak ada)”. Ini bisa terjadi karena :
    • Kesalahan dalam pembuatan screen, terutama penempatan posisi film yang tidak “pas”.
    • Pengaturan penempatan posisi screen pada meja yang kurang tepat;
    • Terjadinya pergeseran posisi screen pada saat pencetakan (screen “goyang”).
    • Knok (pembatas posisi dan pergerakan screen) yang goyah, sempal, atau mengalami pergeseran selama proses pencetakan.
    • Cara mencetak, terutama penarikan rakel di atas screen dan pengangkatan screen dari atas cetakan, yang kurang baik.
  7. Screen mampet
    Screen yang mampet merupakan salah satu masalah yang juga sering dijumpai. Ketika screen mampet, baik pada keseluruhan gambar atau pada sebagian gambar, tentu akan mengganggu kelancaran produksi disamping juga bisa berpengaruh terhadap kualitas hasil cetakan.
    Jika mampetnya screen tidak terjadi terlalu sering atau dalam jarak waktu yang agak lama, ini merupakan hal yang wajar. Tapi jika mampetnya screen terlalu cepat terjadi dan sangat mengganggu produksi, tentu ini menjadi masalah.
    Screen menjadi sangat mudah mampet (atau mungkin mampet sejak awal) bisa disebabkan :
    • Ketidak sesuaian ukuran mesh screen dengan jenis tinta yang digunakan. Misal, jika menggunakan tinta rubber dan mesh yang digunakan adalah diatas 120, bisa mengakibatkan screen sering mampet atau malah mampet sejak awal.
    • Tinta yang digunakan terlalu cepat kering. Ini bisa disebabkan kualitas tinta ataupun penggunaan pengencer yang terlalu cepat kering.
    • Kesalahan film bisa juga mengakibatkan screen jadi sering mampet. Misalnya film garis yang terlalu tipis atau, kalau itu film raster, rasternya terlalu halus untuk ukuran mesh screen dan jenis tinta yang digunakan.
Itulah beberapa masalah yang sering ditemui dalam proses pencetakan dengan sistem sablon. Mungkin ada beberapa lagi masalah yang dapat terjadi, namun saya rasa hal-hal itulah yang paling umum ditemui.
 
source:kambinglaut.wordpress.com
 
anda mempunyai problem sablon dan solusinya...mari berbagi  di comment bawah ini...

Sablon Batam, Beberapa masalah yang umumnya ditemui dalam proses pencetakan dengan sablon.

 
Dalam pencetakan sablon (terutama untuk kain), ada beberapa masalah yang umum atau sering dijumpai. Keseringan masalah itu adalah ketidak sesuaian antara sample yang sudah di approve oleh customer dengan hasil produksi yang dihasilkan. Masalah-masalah tersebut diantaranya adalah :
 

 
  1. Perbedaan Warna Hasil Produksi Dengan Sample
    Salah warna adalah persoalan yang paling sering ditemui terhadap hasil pencetakan dengan sistem sablon. Salah warna yang dimaksud di sini adalah warna tidak sesuai (berbeda) dengan warna pesanan atau warna yang dikehendaki.
    Salah warna bisa disebabkan oleh kesalahan dalam memilih kode warna, merek tinta ataupun kesalahan dalam pencampuran warna ( untuk warna turunan ). Dalam beberapa kasus, kesalahan warna bisa juga diakibatkan oleh penggunaan tinta yang telah “kadaluarsa” atau telah disimpan dalam waktu lama yang berakibat terjadinya degradasi warna (misal untuk tinta pigmen).
    Biasanya kesalahan ini berupa warna yang telah disetujui oleh pemesan berdasarkan sample yang kita kirim berbeda dengan hasil cetakan yang kita produksi. Dalam hal ini pihak pemesan mungkin saja menolak produksi kita (reject).
    Mungkin untuk beberapa customer perbedaan warna yang tidak terlalu mencolok masih bisa ditolerir. Tetapi, untuk costomer yang sangat detail dalam melakukan quality control hal ini bisa menjadi alasan untuk me-reject hasil produksi kita.
    Untuk mencegah terjadinya hal ini, yang harus kita perhatikan adalah :
    • Gunakan tinta dengan kode warna dan merk yang sama dengan yang kita gunakan dalam pembuatan sample;
    • Jika menggunakan tinta hasil pencampuran beberapa warna dalam pembuatan sample, hitung dan catat setiap perbandingan, termasuk penggunaan bahan pengencer dengan teliti. Jangan terlalu percaya pada feeling dan penglihatan.
    • Kalau perlu buat semacam buku panduan untuk menghasilkan suatu warna turunan tertentu, berupa tabel komposisi warna dan warna akhir yang dihasilkan (color swatches) untuk tiap jenis tinta. Perbandingan komposisi warna yang sama bisa menghasilkan warna akhir yang berbeda jika diterapkan pada jenis tinta yang berbeda. Jenis dan warna dasar kain pun bisa mempengaruhi warna hasil cetakan.
    • Cara kita melakukan pencetakan juga bisa berpengaruh terhadap warna akhir hasil cetakan. Misalnya, dengan menggunakan tinta yang sama, hasil cetakan 3 x tarik dengan hasil cetakan 5 x tarikan dapat menghasilkan penampilan warna yang berbeda. Untuk beberapa kasus, cara kita mengeringkan cetakan juga bisa berpengaruh terhadap penampilan warna hasil cetakan. Karena itu, pada proses pembuatan sample, selalu perhatikan dan catat setiap detail langkah yang kita lakukan untuk menghasilkan suatu cetakan.
    • Usahakan untuk selalu menggunakan bahan yang sama dengan warna dasar yang sama dalam pembuatan sample dengan bahan dan warna dasar yang akan digunakan pada proses produksi. Ini juga seringkali berpengaruh terhadap tampilan akhir warna.
  2. Salah urutan/penempatan warna
    Biasanya terjadi jika kita tidak memberikan panduan (catatan) terhadap urutan cetak terhadap cetakan yang menggunakan banyak warna. Ini bisa berupa kasus seperti nomor 1 ataupun misal munculnya warna yang tidak dikehendaki pada hasil cetakan.
    Contoh: adanya warna ke tiga pada cetakan suatu hurup dengan outline pada bagian luarnya. Jika urutan pencetakan warnanya tertukar (warna lebih “kuat” dicetak lebih dulu, sedangkan warna lebih “lemah” yang menumpang diatasnya dicetak belakangan) bisa menghasilkan warna ke tiga berupa bayangan outline, karena warna di bawahnya “naik”.
    Sekali lagi, selalu catat setiap detail dalam pembuatan sample termasuk urutan langkah cetak, dan pastikan langkah tersebut dilaksanakan dalam proses produksi.
  3. Luntur / warna berubah
    Yang dimaksud luntur di sini adalah hasil cetakan hilang (sebagian atau seluruhnya), warna yang berubah setelah beberapa waktu atau setelah dilakukan washing (pencucian). Hal ini bisa diakibatkan oleh :
    • kualitas tinta yang kita gunakan jelek.
      Kesalahan komposisi antara bahan dasar, pewarna dan pelarut yang digunakan.
    • Kesalahan dalam proses pengeringan yang tidak tepat (suhu dan lamanya waktu pengeringan)
    • Ketidaksesuaian jenis bahan dengan tinta yang digunakan.
  4. Rontok
    Mungkin ini istilah lain dari luntur, tetapi lebih khusus pada cetakan tebal atau cetakan timbul. Pada kasus ini, hasil cetakan bisa jadi “copot” dari kain, retak-retak kemudian bisa rontok. Penyebabnya sama seperti untuk kasus luntur.
  5. Salah Posisi
    Penempatan cetakan yang tidak sesuai dengan yang semestinya. Bisa jadi salah tempat (misalnya harusnya di dada kiri ditempatkan di dada kanan, dst) atau cetakan yang terbalik (atas-bawah; kiri – kanan). Ini terjadi karena :
    • Salah pembuatan/pengaturan penempatan screen.
    • Salah dalam pembuatan film
    • Kesalahan dalam penempatan gambar pada patron/marka.
  6. Mis Register
    Ini juga merupakan yang paling sering terjadi dalam proses sablon. Jika cetakan terdiri atas lebih dari satu warna, seringkali terjadi hasil cetakan yang “berbayang”, “bolong (ada area kosong yang seharusnya tidak ada)”. Ini bisa terjadi karena :
    • Kesalahan dalam pembuatan screen, terutama penempatan posisi film yang tidak “pas”.
    • Pengaturan penempatan posisi screen pada meja yang kurang tepat;
    • Terjadinya pergeseran posisi screen pada saat pencetakan (screen “goyang”).
    • Knok (pembatas posisi dan pergerakan screen) yang goyah, sempal, atau mengalami pergeseran selama proses pencetakan.
    • Cara mencetak, terutama penarikan rakel di atas screen dan pengangkatan screen dari atas cetakan, yang kurang baik.
  7. Screen mampet
    Screen yang mampet merupakan salah satu masalah yang juga sering dijumpai. Ketika screen mampet, baik pada keseluruhan gambar atau pada sebagian gambar, tentu akan mengganggu kelancaran produksi disamping juga bisa berpengaruh terhadap kualitas hasil cetakan.
    Jika mampetnya screen tidak terjadi terlalu sering atau dalam jarak waktu yang agak lama, ini merupakan hal yang wajar. Tapi jika mampetnya screen terlalu cepat terjadi dan sangat mengganggu produksi, tentu ini menjadi masalah.
    Screen menjadi sangat mudah mampet (atau mungkin mampet sejak awal) bisa disebabkan :
    • Ketidak sesuaian ukuran mesh screen dengan jenis tinta yang digunakan. Misal, jika menggunakan tinta rubber dan mesh yang digunakan adalah diatas 120, bisa mengakibatkan screen sering mampet atau malah mampet sejak awal.
    • Tinta yang digunakan terlalu cepat kering. Ini bisa disebabkan kualitas tinta ataupun penggunaan pengencer yang terlalu cepat kering.
    • Kesalahan film bisa juga mengakibatkan screen jadi sering mampet. Misalnya film garis yang terlalu tipis atau, kalau itu film raster, rasternya terlalu halus untuk ukuran mesh screen dan jenis tinta yang digunakan.
Itulah beberapa masalah yang sering ditemui dalam proses pencetakan dengan sistem sablon. Mungkin ada beberapa lagi masalah yang dapat terjadi, namun saya rasa hal-hal itulah yang paling umum ditemui.
 
source:kambinglaut.wordpress.com
 
anda mempunyai problem sablon dan solusinya...mari berbagi  di comment bawah ini...
Beberapa Masalah Sablon
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlbbyphMPl8tagWntyUsoEdvci0xnyM7hQyyt5jTZnHndHe_73-bX_pR-62Y2if2QB1DR2-MCRJhEzziJS5Tb84W9haCZFVEOvZj7qV2jdbgO-sltZknjT92ejK44tD2Kaxkx5EY54KKs/s72-c/problem+solution.png
Detail
Variasi Cat Sablon Batam

Variasi Cat Sablon Batam

Jenis Cat Sablon Batam

 
Sablon Batam, Perbedaan cat sablon dan screen/rakel  yang digunakan akan mendapatkan variasi sablon yang keren dan unik. Adapun variasi sablon yang bisa dibuat pada sablon kaos manual adalah sebagai berikut :

  1. Rubber : Adalah jenis sablon yang paling sering digunakan. Bisa untuk kaos berwarna gelap maupun terang karena sifatnya yang menumpang dan menutupi rajutan kain. Untuk sablon di atas dasar kain yg melar dibutuhkan cat rubber dengan ramuan khusus agar cat dapat mengikuti kelenturan kain dan berdaya tahan lama.
  2. Pigment : Ini cat yang biasa dipakai untuk kaos berwarna terang karena sifatnya yg menyerap kedalam kain.
  3. Plastisol : Cat berbahan dasar minyak, dengan kemampuan istimewa untuk mencetak dot/raster super kecil dengan hasil prima. Tanpa limbah dan sangat irit.
  4. Sablon Superwhite : Mirip dengan sablon pigment, tetapi superwhite sedikit lebih tebal digunakan untuk bahan kaos terang.
  5. Glow in the dark : Cat dengan bahan Fosfor, yg menyala saat kaos berada di tempat gelap. Bisa rubber, pigmen maupun plastisol.
  6. Reflektif : Cat dengan bahan Fluor yang akan menyala jika kaos disinari oleh sebuah sumber cahaya.
  7. Discharge : Cat dengan kemampuan menipiskan/menghilangkan warna dasar kaos kemudian diisi dengan warna baru sesuai dengan kebutuhan.
  8. Flocking beludru : Cat sablon timbul yang dilapisi beludru.
  9. Foam atau Cat timbul : Di dunia garment international biasa disebut dengan puff print. Ada rubber, ada juga plastisol, tapi bentuk timbul keduanya berbeda.
  10. Sablon Foil : Jenis sablon yang menggunakan kertas berbahan logam (seperti pada undangan nikah). Biasanya warna silver atau gold.
  11. Sablon Glitter : Sablon dengan menggunakan tinta yang di campur serbuk berwarna metalik. Tersedia dalam banyak pilihan warna.
  12. Metalic ink : biasa dibuat efek emas dan perak.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Jenis Cat Sablon Batam

 
Sablon Batam, Perbedaan cat sablon dan screen/rakel  yang digunakan akan mendapatkan variasi sablon yang keren dan unik. Adapun variasi sablon yang bisa dibuat pada sablon kaos manual adalah sebagai berikut :

  1. Rubber : Adalah jenis sablon yang paling sering digunakan. Bisa untuk kaos berwarna gelap maupun terang karena sifatnya yang menumpang dan menutupi rajutan kain. Untuk sablon di atas dasar kain yg melar dibutuhkan cat rubber dengan ramuan khusus agar cat dapat mengikuti kelenturan kain dan berdaya tahan lama.
  2. Pigment : Ini cat yang biasa dipakai untuk kaos berwarna terang karena sifatnya yg menyerap kedalam kain.
  3. Plastisol : Cat berbahan dasar minyak, dengan kemampuan istimewa untuk mencetak dot/raster super kecil dengan hasil prima. Tanpa limbah dan sangat irit.
  4. Sablon Superwhite : Mirip dengan sablon pigment, tetapi superwhite sedikit lebih tebal digunakan untuk bahan kaos terang.
  5. Glow in the dark : Cat dengan bahan Fosfor, yg menyala saat kaos berada di tempat gelap. Bisa rubber, pigmen maupun plastisol.
  6. Reflektif : Cat dengan bahan Fluor yang akan menyala jika kaos disinari oleh sebuah sumber cahaya.
  7. Discharge : Cat dengan kemampuan menipiskan/menghilangkan warna dasar kaos kemudian diisi dengan warna baru sesuai dengan kebutuhan.
  8. Flocking beludru : Cat sablon timbul yang dilapisi beludru.
  9. Foam atau Cat timbul : Di dunia garment international biasa disebut dengan puff print. Ada rubber, ada juga plastisol, tapi bentuk timbul keduanya berbeda.
  10. Sablon Foil : Jenis sablon yang menggunakan kertas berbahan logam (seperti pada undangan nikah). Biasanya warna silver atau gold.
  11. Sablon Glitter : Sablon dengan menggunakan tinta yang di campur serbuk berwarna metalik. Tersedia dalam banyak pilihan warna.
  12. Metalic ink : biasa dibuat efek emas dan perak.

ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Variasi Cat Sablon Batam
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihBLg8zaVgiXE7VT1cC8W1f_JWJ6LBjDSBwgqofPS4V1E8UHjMNLkFjhJqftLoYC3GYOFEG2OioJpOT8J3L4ImHVvjqMAPSlBEi_q1GDFgnIbsUr22L4N2xahK1H6rugXXgupwskefXOQ/s72-c/jenis-jenis+sablon.jpg
Detail
Mengenal Jenis-Jenis Rakel

Mengenal Jenis-Jenis Rakel







Kali ini sablon batam mania berbagi tentang jenis-jenis rakel yang digunakan untuk menggesut atau menggaruk pasta sablon. Yang terlihat pada gambar itu rakel kayu, ada juga rakel almunium. Pada dasarnya untuk penggunaan sama saja, hanya saja rakel almunium lebih mudah dibersihkan setelah kita selesai menyablon, untuk jenis karetnya sama.

 

Rakel ada untuk sablon tangan dan ada yang untuk di mesin sablon. Maksud rakel disini adalah karet rakelnya. Yang membuat rakel bermacam-macam adalah bentuk dari ujung rakel tersebut dan jenis warna dan ketebalannya. Bentuk ujung rakel di ilustrasikan seperti dalam gambar berikut :

 

 
Ketebalan dari karet rakel  berbeda-beda. Biasanya yang berpenampang persegi lebih tebal daripada yang berpenampang lancip. Ketebalan ini pun mengakibatkan sudut kemiringan saat menggunakan kedua rakel tersebutpun jadi berbeda. Dilihat dari bentuknya aja sudah berbeda. Yang satu persegi dan yang satu lancip (sudah membentuk sudut). Otomatis sudut kemiringan rakel saat digunakan untuk nyablon jadi berbeda.
 
Sudut kemiringan kedua jenis rakel ini sama, rakel yang memiliki sudut runcing akan lebih rendah sudut kemiringannya, karena pada bagian ujungnya sudah terbentuk sudut. Hal ini akan membuat deposit tinta yang turun ke kaos semakin banyak. Hal ini yang biasanya menyebabkan hasil sablonan blobor(meluber).
 
Jadi tentukan dulu jenis sablonnya..kemudian pilih alat-alat yang tepat. Kesalahan dalam memilih rakel menyebabkan hasil output sablon yang tidak maksimal bahkan bisa menghasilkan sablon yang cacat/gagal.

wokeh gesut lagi rakelmu kawan...






Kali ini sablon batam mania berbagi tentang jenis-jenis rakel yang digunakan untuk menggesut atau menggaruk pasta sablon. Yang terlihat pada gambar itu rakel kayu, ada juga rakel almunium. Pada dasarnya untuk penggunaan sama saja, hanya saja rakel almunium lebih mudah dibersihkan setelah kita selesai menyablon, untuk jenis karetnya sama.

 

Rakel ada untuk sablon tangan dan ada yang untuk di mesin sablon. Maksud rakel disini adalah karet rakelnya. Yang membuat rakel bermacam-macam adalah bentuk dari ujung rakel tersebut dan jenis warna dan ketebalannya. Bentuk ujung rakel di ilustrasikan seperti dalam gambar berikut :

 

 
Ketebalan dari karet rakel  berbeda-beda. Biasanya yang berpenampang persegi lebih tebal daripada yang berpenampang lancip. Ketebalan ini pun mengakibatkan sudut kemiringan saat menggunakan kedua rakel tersebutpun jadi berbeda. Dilihat dari bentuknya aja sudah berbeda. Yang satu persegi dan yang satu lancip (sudah membentuk sudut). Otomatis sudut kemiringan rakel saat digunakan untuk nyablon jadi berbeda.
 
Sudut kemiringan kedua jenis rakel ini sama, rakel yang memiliki sudut runcing akan lebih rendah sudut kemiringannya, karena pada bagian ujungnya sudah terbentuk sudut. Hal ini akan membuat deposit tinta yang turun ke kaos semakin banyak. Hal ini yang biasanya menyebabkan hasil sablonan blobor(meluber).
 
Jadi tentukan dulu jenis sablonnya..kemudian pilih alat-alat yang tepat. Kesalahan dalam memilih rakel menyebabkan hasil output sablon yang tidak maksimal bahkan bisa menghasilkan sablon yang cacat/gagal.

wokeh gesut lagi rakelmu kawan...
Mengenal Jenis-Jenis Rakel
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWmyEjP2UDYcIXqgPegKsYUAXAwonpS3MPX_urjIRws33W0H2lK6Fqj1z0E0U5rErTpAtKzkfLoMPyk_tr0hvEdfNj1akzsQgNwXhb5ZIvheGUGdQ4Wert8iPc_RTyBYDPMvxNav_ccG0/s72-c/jenis2+rakel+sablon+2.jpg
Detail

Selamat Datang di Batam Sablon...Blog ini adalah bagian dari Batamsablon.com

Perkenalkan, kami adalah vendor pemesanan Sablon dan bordir untuk kaos oblong, poloshirt, raglan, kemeja, jaket baseball / varsity, jaket almamater dan topi. Kami mengerjakan dengan kualitas dan mutu terbaik, ditunjang dengan sdm dan supplier yang handal dibidangnya. Jangan ragu untuk memesan keperluan bordir anda dikami, karena akan kami tangani dengan semaksimal mungkin.

Kaos polo yg dibordir merupakan materi promosi yang paling efisien, selain harganya yang relatif murah, kaos yang di bordir logo perusahaan anda dapat dipakai sebagai pakaian sehari-hari dan sangat kasual, sehingga logo atau produk anda dapat dikenal oleh masyarakat luas.

Gunakan kaos polo bordir untuk sarana promosi yang sangat efektif dan murah. Kaos polo yang di sablon atau bordir juga dapat dipergunakan sebagai seragam atau merchandise yang bersifat lebih resmi. Anda dapat memberikan kaos polo untuk langganan potensial anda. Kemeja dan jaket juga dapat dipakai sebagai seragam komunitas atau tim anda, sehingga komunitas atau tim anda dapat dikenal luas. Hubungi kami segera untuk kebutuhan promosi anda, karena promosi merupakan hal yang terpenting dalam memperkenalkan produk anda.

untuk info lebih lanjut silakan kunjungi web utama kami:

Batamsablon.com

Komplek Pertokoan Bunga Raya Block B No 2 Batam Center
(Depan Gor bandara)
0821 7412 1717(WA)
0819 2713 3247 (WA)

www.batamsablon.com




 
Support : Creating Website Copyright © 2011. Sablon Kaos Batam | Sablon DTG Batam | Sablon Digital Batam|sablon satuan batam - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Proudly powered by Blogger